Postingan

Menampilkan postingan dengan label women

Right For The Victims (Part 2)

Gambar
Lalu akan ada komentar "tuh kan yang udah nutup aurat aja masih dilecehkan ya apalagi yang gak nutup". Apapun itu kita gak bisa membenarkan yang namanya pelecehan. Emangnya yang gak nutup aurat berarti pantas untuk dilecehkan? Kan gak lah. Dan kalo kita berpikiran yang nutup aurat masih dilecehkan apalagi yang gak nutup aurat, itu sama aja kayak kita membiarkan orang untuk gak usah nahan nafsu mereka dan bisa melampiaskan ke orang lain yang gak mau. Menurut saya sekarang tuh pelecehan lebih didasarkan kepada pelakunya itu sendiri yang berpikiran kotor dan gak bisa nahan atau mengelola nafsu dan emosinya, gak gitu ngaruh masalah apa yang dipakai oleh si korban. Photo by Bay Ismoyo (sumber  www.gettyimages.com ) Pelecehan apa pun itu gak bisa dibenarkan, lalu akan ada komentar 'gak ada asap kalau gak ada api' iya selama ini masyarakat cenderung menganggap perempuan atau korban sebagai 'api'-nya. Lalu ada anggapan pelecehan terjadi karena karma bagi si ko...

Stop Victim Blaming and Support The Victims

Hai bloggies, I'm back again and I'm going to talk about women harassment and/or rape. Actually I often talk about it on my another platform, yupss instagram but right now I'm talking about it on my blog because some times ago my friend suggested me to discuss about a woman's problem occured in Mecca during her hajj time. But I was wrong, this is a problem of some women who did Umrah or Hajj, unfortunately. Sabica Khan shared her teribble experience during her Hajj time, she got harassment when doing tawaf, someone grab her butt. Can't you imagine someone harassing a woman at a Holy place, how dare!  See the entire article here Khan shouldnt have got this harassment if that person didnt do this. It was not because of Khan's clothes or body, indeed, this is the harasser's fault, why they couldnt hold their lust back and manage their emotion, why they released their lust to a woman. Oh hi society, because of this incident, y'all should open your eyes...

Women Supposed to be Confident without Makeup on As Well

On the day of my thesis defence i was trying to look different. I wasnt wearing any makeup on my face, no powder, no foundie, no blush, no lipstick, daily face mosturizer only. Since my thesis topic was about beauty construction and it found that beauty has narrow definition because of unrealistic standard spreading in our society. Because this is us, love and respect our face and body. We--every woman--are beautiful in our own way and the quality of women is not by look, it's inside our heart and mind From the text and interpretation of my informants that i analyzed said that the women who are considered as beautiful are women in makeup on. I know some women wearing makeup to cover our flaws, pleast ourselves, boost confidence, professional purpose or other purpose. I just want to encourage women to be confident with our bare face, not only at our house but we have to be confident also with our real face when we are outside the house.  I know some cosmetic campaigns nowdays ...

No, We Do Not Want To Exceed The Men

Gambar
  Kaum wanita gak berusaha untuk melampaui kaum pria, hanya berkeingnan untuk disetarakan hak-haknya Akhir-akhir ini saya menemukan banyak tulisan yang berideologi feminism, meme juga sudah mulai bertebaran di media sosial. Kebanyakan dari tulisan itu menyoal masalah yang berbau emansipasi wanita, kesetaraan wanita dengan pria, ya pokoknya hal-hal semacam itu lah. http://syaldi.web.id/wp-content/uploads/2014/04/Rosie_the_Riveter.png Dimana para kaum feminis atau yang ngakunya bukan feminis tapi semi-feminis * aliran apa itu? * berusaha memperjuangkan apa yang sebelumnya tidak lazim melekat pada seorang wanita. Emansipasi wanita memang sudah lumayan lama muncul terutama di dunia Barat (gerakan sosial feminism muncul pertama kali sekitar akhir abad 18 atau awal abad 19 di Amerika Serikat, dengan menyelenggarakan konvensi yang diprakarsai oleh Lucretia Mott dan Elizabeth Cady, konvensi ini membahas tentang hak sosial, sipil, dan agama kaum perempuan), bahkan hingga saat...